Feel free to email us at panehmiang@ymail.com.

Friday, February 3, 2012

Bila Kak Pidah sound Kak Ijat...

"If you are a problem to the party and government, please move out!"

"That’s it (for) everyone, whether it’s got to do with cows or anything (else). That’s the most matured way of dealing with your problems," said Rafidah.

"Why are you so hung up about the three-week decision (to take a break)? You’re missing the point!"

"The point is: damn it, decide, don’t leave it (the decision to go) to the Prime Minister (Datuk Seri Najib Abdul Razak). Don’t leave the onus on the Prime Minister to decide for you." - Continue reading Malay Mail.

*********

This is the dilemma she is wrestling with. Would resigning as minister be seen as the right thing to do under the circumstances or would it cast aspersions on her claim that she is not in the wrong?

The pressure is building. Shortly before she went on leave, a minister had asked her to her face when she was quitting. When she replied that the Prime Minister had not said anything, the minister told her there was no need to wait till the Prime Minister tells her to go. - Continue reading The Star.

p/s: No comment.

3 comments:

  1. Kak Pidah sudah le tu dok umah diam-diam masa zaman Tun M kau bokan main ampu Tun tapi bila di dah bersara kau le orang yang paling kuat sound dia.

    Kau tu jangan ingat orang tak tau yang kau mengkayakan kroni kau. Tun besan kau tu sampai sekarang hidup mewah tujuh keturunan pun tak habis makan.

    Jangan sampai orang selak cerita dalam kain kau lak.

    Biar le Kak Ijat buat keputusan dia sendiri tak payah kau besarkan mulut kau tu nak jatuhkan semangat orang lain.

    Mulut kau tu memang dari dulu suka menyerang orang jangan sampai Wanita UMNO cilikan mulut kau tu nanti kak Pidah Oi.....

    ReplyDelete
  2. dah le tu, jaga le cucu :))

    ReplyDelete

Surah Al-Baqarah, Ayat 120

"Bukan orang Yahudi, ataupun Nasrani yang akan menerimamu, melainkan jika kamu mengikut agama mereka. Katakan,"Hanya petunjuk Allah sahaja yang benar" Jika kamu menyetujui kehendak mereka, setelah kamu menerima ilmu pengetahuan, kamu akan dapati tidak ada satu perjanjian ataupun penyokong dapat menolongmu dari Allah."

Surah Al-Baqarah, Ayat 216

"Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."

Surah Al-Imran, Ayat 28

"Janganlah orang-orang yang beriman mengambil orang- orang kafir menjadi teman rapat dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Dan sesiapa yang melakukan (larangan) yang demikian maka tiadalah ia (mendapat perlindungan) dari Allah dalam sesuatu apapun, kecuali kamu hendak menjaga diri daripada sesuatu bahaya yang ditakuti dari pihak mereka (yang kafir itu). Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diriNya (menyeksa kamu). Dan kepada Allah jualah tempat kembali."

Surah Al-An'aam, Ayat 67

"Tiap-tiap khabar berita mempunyai masa yang menentukannya (yang membuktikan benarnya atau dustanya); dan kamu akan mengetahuinya."

Surah Ar-Ra'd, Ayat 11

"Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya."
Blog Widget by LinkWithin

Blog Archive