Feel free to email us at panehmiang@ymail.com.

Thursday, July 21, 2011

PAS Khawarij Moden III

Bagaimana mengenali kaum Khawarij dalam masyarakat?

Setelah melalui pengkajian dan peninjauan terhadap keadaan kaum Khawarij di Malaysia pada masa ini dan masa yang lainnya, maka tanda-tanda Al-Khawarij dapat diketahui sebagai berikut:

• Wujudnya majlis-majlis rahsia

Anda akan dapati mereka selalu menyembunyikan perbicaraan dan pertemuan mereka serta berupaya untuk menghindari pandangan manusia yang tidak sejalan dengan fahaman mereka. Majlis-majlis rahsia tersebut mereka adakan di tempat-tempat khusus atau kadangkala di alam terbuka yang jauh dari keramaian manusia. Bahkan ada ketikanya di tempat-tempat rehat untuk menghindari adanya keraguan dan kecurigaan pihak lain terhadap mereka. Boleh juga di gua-gua dan yang semisalnya. Kemudian mereka namakan majlis-majlis rahsia tersebut dengan nama majlis ilmiah.

Berkata seorang khalifah dari Dinasti Umawi yang terkenal dengan keadilannya, yaitu Amirul Mu’minin Umar bin 'Abdil 'Aziz rahimahullah:

"Jika anda telah melihat sekelompok orang yang secara khusus melakukan perbicaraan rahsia berkaitan dengan urusan umat, maka ketahuilah sesungguhnya mereka sedang meletakkan jalan kesesatan."

Jika seandainya mereka duduk berkumpul dalam rangka untuk mencari ilmu dan faedah ilmiah, kenapa pihak yang tidak sefahaman (tidak satu kelompok) dengan mereka tidak diizinkan untuk duduk bersama serta tidak diizinkan masuk ke tempat-tempat pertemuan mereka?

Ketahuilah antara tempat yang sering diperalatkan kaum Khawarij ialah masjid;

• Kaum Khawarij adalah orang-orang yang semangat dalam ibadah. Mereka itu bukanlah para pelaku kemaksiatan atau orang awam yang biasa.

• Kaum Khawarij terdiri daripada kalangan orang-orang muda serta dungu cara berfikirnya, dan mereka sama sekali bukan dari kalangan 'ulama.

• Kaum Khawarij selalu berupaya menyembunyikan berbagai operasi jaringan mereka dari masyarakat umum dan tidak mahu menampakkan identiti (jati diri) mereka secara terang-terangan.

• Kaum Khawarij selalu menampakkan diri mereka dengan slogan amar ma'ruf nahi munkar dalam rangka menarik simpati hati manusia.

• Kaum Khawarij sering meletakkan nas-nas (dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah) bukan pada tempatnya.

• Kaum Khawarij tidaklah pernah menimba ilmu dari para 'ulama (Ahlus Sunnah wal Jama'ah), dan sesungguhnya mereka hanya bersandarkan pada pemahaman mereka yang pendek serta doktrin-doktrin para pemimpin mereka yang jahil.

• Kaum Khawarij selalu berupaya untuk berdalil dengan dalil-dalil yang mutasyabih (belum jelas dan masih samar) baik dari Al-Qur'an maupun Al-Hadits, serta meninggalkan dalil-dalil yang muhkam (jelas dan pasti), sebagaimana hal itu memang kebiasaan para pengusung kesesatan.

Al-Khawarij di masa kita melihat, mereka dengan sengaja mengganti nama dan alamat tempat tinggal sebenar, atau tidak segan melanggar aturan-aturan syari'at demi menutupi identiti/jati dirinya agar segala bentuk operasi dan tindakan kelompoknya tidak dapat diketahui umum kaum muslimin. Bahkan kebanyakan para tokoh/pembesar mereka yang berdusta dan mengingkari fakta dengan menggunakan kata-kata menipu untuk berlepas diri dari beberapa tindakan anak buahnya yang terbongkar, atau untuk menyelamatkan jama'ah/kelompoknya dari jeratan hukum yang berlaku di kawasan masing-masing.

Penjelasan di atas adalah salah satu contoh propaganda Khawarij yang menggembar-gemburkan amar ma'ruf nahi munkar.

Contoh-contoh manipulasi kaum Khawarij terhadap nash/dalil yang bukan pada tempatnya:

Pendalilan Hizbut Tahrir dengan surat Ali 'Imran: 104, bagi 'membenarkan' pembentukan parti politik dengan 'menggunakan' firman Allah subhanahu wa ta’ala:

"Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menegakkan amar ma'ruf nahi munkar (menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar); merekalah orang-orang yang beruntung." [Ali 'Imran: 104].

Dengan 'menggunakan' ayat di atas yang mengandung perintah terhadap sebuah jama'ah (kelompok) yang padu untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar, di mana jama'ah yang padu tersebut kemudiannya membentuk parti politik. Sementara aktiviti terpenting dalam amar ma'ruf nahi munkar adalah seruan terhadap penguasa agar mereka berbuat ma'ruf (melaksanakan syari'at Islam) dan melarang mereka berbuat mungkar. Kemudian mereka menegaskan bahwa aktiviti ini adalah aktiviti politik yang terpenting. [lihat Mengenal Hizbut Tahrir hal. 1-3].

Dalil kaum neo-khawarij pada zaman ini dengan memperalatkan hadis:

"Pimpinan para syuhada' adalah Hamzah bin 'Abdil Muththalib, serta seorang yang datang menemui seorang penguasa yang kejam kemudian memerintahkannya (kepada yang baik) dan melarangnya (dari yang munkar) sehingga penguasa yang kejam tersebut membunuhnya." [HR. Al-Hakim (III/ 195) dari shahabat Jarir; dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 374)].

"Jihad yang paling utama adalah (menyampaikan) perkataan yang haq di hadapan penguasa yang jahat." [HR. Abu Dawud (4344), At-Tirmidzi (2174), An-Nasa'i (4220), Ibnu Majah (4011, 4012), Ahmad (IV/315; V/251, 256), dari hadits Abu Sa'id, Abu Umamah, Thariq bin Syihab, dan Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 491].

Kedua dalil hadis di atas biasanya mereka peralatkan untuk membenarkan tindakan provokasi dan kritikan-kritikan tajam yang mereka lakukan secara terbuka ataupun menunjukkan penentangan di hadapan masyarakat terhadap penguasa Islam. Pelbagai tindakan demonstrasi, operasi, penggunaan media masa, dan buletin mereka berupaya menimbulkan kebencian dan permusuhan rakyat terhadap pemerintahnya.

Masih banyak lagi contoh-contoh lainnya, yang para pembaca boleh mendapatinya beserta bantahannya pada buku-buku Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

[Rujukan: Syarru Qatla Tahta Adimis-Sama'i Kilabun-Nar; Penulis: Jamal bin Furaihan Al-Haritsi; Redaksi: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin 'Abdillah Al-Fauzan Hafizhahullah (Anggota Majelis Hai'ah Kibaril 'Ulama'); Edisi Indonesia: Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit; Hal: 68-72; Diterjemahkan dan Dijelaskan oleh: Luqman bin Muhammad Ba'abduh; Cetakan: Pertama, Sya'ban 1428 H/ Ogos 2007M; Penerbit: Pustaka Qaulan Sadida].

2 comments:

  1. KHAWARIJ UMNO PULAK MENYEMBUNYIKAN PENYELEWENGAN MEREKA DARI PENGETAHUAN RAKYAT DAN SENTIASA EGO MENGATAKAN MRK SJS YG BETUL...

    ReplyDelete
  2. TAK PAYAH CITER BANYAK LA TUAN.TOLONG PROMOTE PAGES NI http://www.facebook.com/pages/Tan-Sri-Muhyiddin-For-Prime-Mininster/144293575649401

    Terlalu banyak masalah membabitkan Pimpinan Tertinggi UMNO sekarang. Kenapa perlu pertahankan Pimpinan Tertinggi yang sebenarnya 'Lybility' kepada kita? Sebelum UMNO ditolak terus oleh Golongan 'Atas Pagar', lebih baik 'Pimpinan Tertinggi' berkenaan berundur secara Terhormat.

    Ayuh bersama Gerakan 'M4PM' - Selamatkan UMNO,Selamatkan Malaysia'!

    ReplyDelete

Surah Al-Baqarah, Ayat 120

"Bukan orang Yahudi, ataupun Nasrani yang akan menerimamu, melainkan jika kamu mengikut agama mereka. Katakan,"Hanya petunjuk Allah sahaja yang benar" Jika kamu menyetujui kehendak mereka, setelah kamu menerima ilmu pengetahuan, kamu akan dapati tidak ada satu perjanjian ataupun penyokong dapat menolongmu dari Allah."

Surah Al-Baqarah, Ayat 216

"Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."

Surah Al-Imran, Ayat 28

"Janganlah orang-orang yang beriman mengambil orang- orang kafir menjadi teman rapat dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Dan sesiapa yang melakukan (larangan) yang demikian maka tiadalah ia (mendapat perlindungan) dari Allah dalam sesuatu apapun, kecuali kamu hendak menjaga diri daripada sesuatu bahaya yang ditakuti dari pihak mereka (yang kafir itu). Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diriNya (menyeksa kamu). Dan kepada Allah jualah tempat kembali."

Surah Al-An'aam, Ayat 67

"Tiap-tiap khabar berita mempunyai masa yang menentukannya (yang membuktikan benarnya atau dustanya); dan kamu akan mengetahuinya."

Surah Ar-Ra'd, Ayat 11

"Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya."

Blog Archive