Feel free to email us at panehmiang@ymail.com.

Friday, May 2, 2008

Star Wars Part 1


A long, long time ago, in a galaxy far far away........the land was called Naboo Land....Lord Darth Lah is the supreme master of the land...his entrusted deputy Lord Jebb is the most subservient servant to Lord Darth Lah...inevitably Lord Darth Lah is getting weaker by the day, especially after the Moon of 8th March....Lord Darth Lee is the rebel's tribe which imposes the idea to all the Sith that he should be the supreme master of the land and Lord Darth Lah must resign...Lord Darth Lah's son in law, Chew barry is an ambitious creature who has won in one of the land and is waiting to be the next supreme master of the land (or so he thought). First, he has to overcome the hurdle of becoming the numero uno of the Jedi in which Luke Mukh is the favourite among the Jedis to become the number one. In fact, Luke Mukh has said that he is more than happy that he himself, the son of Darth Vathir is contesting the numero uno of the Jedi and welcome Jedi Yo and even Chew barry to contest in a healthy competition. Jedi Yo has just lost a territory named Se - Lan - Jor to the nemesis and Se - Lan - Jor is now the biggest pig rearing in the Naboo Land. To be continued.

p/s: May the force be with you

3 comments:

  1. Saudara Pencak Silat,

    My Proposal: It would sound nicer if we change Darth Lah to Lah The Hut

    I assume in Part 2, you will tell us about the journey of Obi-Jib-Kenobi and Hans Toyo

    ReplyDelete
  2. cant wait for the sequel...

    ReplyDelete
  3. Nice Analogy Pencak Silat,Who gets to be Bobba Fett,the booty opps..sorry the bounty hunter.

    ReplyDelete

Surah Al-Baqarah, Ayat 120

"Bukan orang Yahudi, ataupun Nasrani yang akan menerimamu, melainkan jika kamu mengikut agama mereka. Katakan,"Hanya petunjuk Allah sahaja yang benar" Jika kamu menyetujui kehendak mereka, setelah kamu menerima ilmu pengetahuan, kamu akan dapati tidak ada satu perjanjian ataupun penyokong dapat menolongmu dari Allah."

Surah Al-Baqarah, Ayat 216

"Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."

Surah Al-Imran, Ayat 28

"Janganlah orang-orang yang beriman mengambil orang- orang kafir menjadi teman rapat dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Dan sesiapa yang melakukan (larangan) yang demikian maka tiadalah ia (mendapat perlindungan) dari Allah dalam sesuatu apapun, kecuali kamu hendak menjaga diri daripada sesuatu bahaya yang ditakuti dari pihak mereka (yang kafir itu). Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diriNya (menyeksa kamu). Dan kepada Allah jualah tempat kembali."

Surah Al-An'aam, Ayat 67

"Tiap-tiap khabar berita mempunyai masa yang menentukannya (yang membuktikan benarnya atau dustanya); dan kamu akan mengetahuinya."

Surah Ar-Ra'd, Ayat 11

"Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya."

Blog Archive