Feel free to email us at panehmiang@ymail.com.

Tuesday, August 31, 2010

Back to 1957

"Independence is only the threshold to higher endeavours. At this solemn moment I call on you all to dedicate yourselves to the services of the new Malaya."

"...Now in the name of Allah, the Compassionate, the Merciful, I Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, Prime Minister of the Persekutuan Tanah Melayu, with the concurrence and approval of Their Highness the Rulers of the Malay States...hereby proclaim and declare that the Persekutuan Tanah Melayu is, and with Allah blessings shall be for ever, a sovereign, democratic and independent State..."

With his right arm raised, Tunku then shouted "MERDEKA!" and the crowd thundered "MERDEKA!" in response. Euphoria swept over the country. Persekutuan Tanah Melayu had gained its independence. Tunku Abdul Rahman had dreamed of a near miracle and on August 31, 1957, he achieved it. A new multiracial nation was born.

As unorthodox yet devout a nationalist as he is a Muslim, the TUNKU sort of heterodoxy has set a standard, "I have wanted all my life to do something for the people of Malaya, and in particular to better the lot of my own race, the Malays. If I am credited with nothing more I can at least thank Allah that I was able to lead our country along the path of independence, and beyond. In Malaya, with the complications of its multiple races, we have come to understand that the basis of our peace and happiness is tolerance and goodwill among our fellowmen, and I trust that this may be remembered by all those who are called to play their part in the service of Malaya and the Malayans."

May Allah bless Malaysia always.

MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!

5 comments:

  1. Amin!

    May Allah swt continue to bless Malaysia!

    ReplyDelete
  2. Anakangkat melayu said so.

    ReplyDelete
  3. perjuangkan juga kemerdekaan sistem pendidikan negara ini dari ciri-ciri anti-nasional

    nota kaki:-

    wee meng dung!

    ReplyDelete
  4. paneh, bukan tunku isytihar kemerdekaan cakap bahaso melayu ko? kenapo english language pulak ni? confuse den. ko jgn lak putar bolit fakta.

    ReplyDelete
  5. Orang bongek,

    Den takdo putar bolit fakta doh. Cuma translate yor. Nak kasi orang yg tak sokong Sistem Satu Sekolah tu paham & sodar diri.

    ReplyDelete

Surah Al-Baqarah, Ayat 120

"Bukan orang Yahudi, ataupun Nasrani yang akan menerimamu, melainkan jika kamu mengikut agama mereka. Katakan,"Hanya petunjuk Allah sahaja yang benar" Jika kamu menyetujui kehendak mereka, setelah kamu menerima ilmu pengetahuan, kamu akan dapati tidak ada satu perjanjian ataupun penyokong dapat menolongmu dari Allah."

Surah Al-Baqarah, Ayat 216

"Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."

Surah Al-Imran, Ayat 28

"Janganlah orang-orang yang beriman mengambil orang- orang kafir menjadi teman rapat dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Dan sesiapa yang melakukan (larangan) yang demikian maka tiadalah ia (mendapat perlindungan) dari Allah dalam sesuatu apapun, kecuali kamu hendak menjaga diri daripada sesuatu bahaya yang ditakuti dari pihak mereka (yang kafir itu). Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diriNya (menyeksa kamu). Dan kepada Allah jualah tempat kembali."

Surah Al-An'aam, Ayat 67

"Tiap-tiap khabar berita mempunyai masa yang menentukannya (yang membuktikan benarnya atau dustanya); dan kamu akan mengetahuinya."

Surah Ar-Ra'd, Ayat 11

"Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya."

Blog Archive