Feel free to email us at panehmiang@ymail.com.

Wednesday, October 29, 2008

Social Contract

I am a bit piss off (excuse my language) with what Dato' Liow Tiong Lai said. He suggested that the 30% equity ownership of Bumiputra in public listed company be removed and it should be given to all Malaysians regardless of them being Malays, Chinese or Indians. Mr Liow, you have to adhere to the Federal Constitution, especially the 153 article. I do not want to elaborate on that. What I want to stress here is that the social contract that were compromised between the Malays and the non Malays (Chinese and Indians). The Malays were willing to allow the non Malays to be awarded with the citizenship while the non Malays agreed that the Malays should be given the special quotas; in scholarship,etc). A coin has two side, in this respect if Mr. Liow (I don't want to address him as Dato' as that is given by the Sultan) feels that the special rights should be removed, what about the rights of citizenship as Malaysians. Should all the non bumiputra in this country be removed as citizens. The Malays have give in to that right so you Mr. Liow have to be grateful of your right!

3 comments:

  1. Orang macam ini bukan apa ,nak jadi jaguh buta undang undang dan sejarah.Dduduk dalam kabinet dengan restu YAB yang di gelar bapa terbukaan (yaani terbuka untuk orang bukan Melayu minta macam macam dan semenjak 2004 macam macam lah bolih minta).
    ini lah orang kate sifat terbukaan yang cuba ambil kesempatan perangai baik orang melayu.
    arjuna waspada.

    ReplyDelete
  2. Hi

    I would put the question squarely on Mr Liow Tiong Lai to answer. If what he suggested is carried out, how then does he suggest the redistribution of wealth be made.

    Need he be reminded that the 60% bumi owns less then 18% of the wealth.

    They know about the social contracts and article 153. We dont have to remind him.

    If he cant answer the question, dont then talk about mindset, megatrend or what ever else, just shut the "f' up.

    My suggestion to bloggers, lets not talk about social contract or the constitution, everytime they bring up the issue, lets ask these liberal minded social politician (oppossion included) JUST ANSWER THE QUESTION!

    akb

    ReplyDelete
  3. Setujulah.India dan Cina patut bersyukur duduk kat Malaysia ni.Kalau kat negeri mereka sendiri belum tetntu mereka jadi kaya-raya macam kat sini. Sedarlah diri sikit.

    ReplyDelete

Surah Al-Baqarah, Ayat 120

"Bukan orang Yahudi, ataupun Nasrani yang akan menerimamu, melainkan jika kamu mengikut agama mereka. Katakan,"Hanya petunjuk Allah sahaja yang benar" Jika kamu menyetujui kehendak mereka, setelah kamu menerima ilmu pengetahuan, kamu akan dapati tidak ada satu perjanjian ataupun penyokong dapat menolongmu dari Allah."

Surah Al-Baqarah, Ayat 216

"Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."

Surah Al-Imran, Ayat 28

"Janganlah orang-orang yang beriman mengambil orang- orang kafir menjadi teman rapat dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Dan sesiapa yang melakukan (larangan) yang demikian maka tiadalah ia (mendapat perlindungan) dari Allah dalam sesuatu apapun, kecuali kamu hendak menjaga diri daripada sesuatu bahaya yang ditakuti dari pihak mereka (yang kafir itu). Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diriNya (menyeksa kamu). Dan kepada Allah jualah tempat kembali."

Surah Al-An'aam, Ayat 67

"Tiap-tiap khabar berita mempunyai masa yang menentukannya (yang membuktikan benarnya atau dustanya); dan kamu akan mengetahuinya."

Surah Ar-Ra'd, Ayat 11

"Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya."

Blog Archive